Posts

Showing posts from December, 2015

Nabi Sulaiman Leluhur Bangsa Melayu dalam Genealogy, King Khosrow l of Persia (531-5798)

Image
Nabi Sulaiman Leluhur Bangsa Melayu, dalam Genealogy, King Khosrow I of Persia (531-578) Inilah Susur Galur  Bitjitram Syah (Sang Sapurba) , keturunan  Iskandar Zulqarnain  yang turun dari  Bukit Siguntang Mahameru (Palembang) … “… asal kami daripada anak cucu  Raja Iskandar Zulqarnain , nisab kami daripada  Raja Nusirwan, Raja Masyrik dan Maghrib  dan pancar kami daripada  Sulaiman ‘alaihis salam … ” ( Sejarah Melayu (SM) , karangan  Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi , bait 2.2). Bitjitram Syah (Sang Sapurba),  diceritakan menikah dengan  Wan Sendari  anak  Demang Lebar Daun, Penguasa Palembang  (anak cucu Raja Sulan , keturunan  Raja Nusirwan ‘Adil bin Kibad Syahriar ), kelak keturunannya menjadi cikal bakal raja-raja di  Negeri Melayu . Bitjitram Syah (Sang Sapurba),  di dalam  sejarah dikenali sebagai  Raja Sriwijaya abad ke-13 , yang bernama  Sri Tri Buwana , yang mendirikan Kerajaan Ke...

Teman Nabi Musa di Surga

Teman Nabi Musa As Di Surga Suatu ketika, Nabi Musa AS berdoa, “Ya Allah, tunjukanlah salah seorang teman dudukku di surga!!” Maka Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk datang ke pasar di suatu tempat yang agak jauh, di sana terdapat seorang lelaki penjual daging (tukang jagal) dengan ciri-ciri yang dijelaskan secara rinci, yang nantinya akan menjadi teman beliau di surga. Nabi Musa segera menuju pasar itu dan dengan mudah menemukan orang yang dimaksud. Nabi Musa dengan sabar menunggu orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya hingga menjelang petang, sambil memperhatikan aktivitasnya. Ketika akan pulang, Nabi Musa menghampiri dirinya, yang tampaknya tidak mengenal beliau sebagai utusan Allah yang syariat dan ajarannya diikutinya itu. Beliau berkata, “Apakah tuan bersedia menerima saya sebagai tamu? Saya sedang dalam perjalanan (musafir)!!” “Baiklah, marilah kita pulang!!” Nabi Musa mengikutinya berjalan pulang. Sesampainya di rumah, ia memasak daging yang dibawanya dengan kuah yang s...

Sa'id bin Zaid al-Adawy RA

Sa'id bin Zaid al Adawy RA merupakan kelompok sahabat yang memeluk Islam pada masa-masa awal, sehingga ia termasuk dalam kelompok as Sabiqunal Awwalun. Ia memeluk Islam bersama istrinya, Fathimah binti Khaththab, adik dari Umar bin Khaththab. Sejak masa remajanya di masa jahiliah, ia tidak pernah mengikuti perbuatan-perbuatan yang umumnya dilakukan oleh kaum Quraisy, seperti menyembah berhala, bermain judi, minum minuman keras, main wanita dan perbuatan nista lainnya.Sikap dan pandangan hidupnya ini ternyata diwarisi dari ayahnya, Zaid bin Amru bin Naufal. Sejak lama Zaid bin Amru telah meyakini kebenaran agama Ibrahim, tetapi tidak mengikuti Agama Yahudi dan Nashrani yang menurutnya telah jauh menympang dari agama Ibrahim. Ia tidak segan mencela cara-cara peribadatan dan perbuatan jahiliah dari kaum Quraisy tanpa rasa takut sedikitpun. Ia pernah bersandar di dinding Ka'bah ketika kaum Quraisy sedang melakukan ritual-ritual penyembahannya, dan ia berkata, "Wahai kaum Qurai...

Tidak Bersekutu Dengan Penguasa Zalim

Suatu ketika dua orang ulama dari kalangan Tabiin (atau mungkin Tabiit-tabiin), Ibnu Thawus dan Malik bin Anas dipanggil untuk menghadap Khalifah Abu Ja’far Al Manshur. Khalifah ke dua dari Daulah Bani Abbasiah ini terkenal dengan kekejamannya dalam menegakkan kekuasaannya, tetapi pada waktu itu ilmu-ilmu keislaman juga mulai berkembang dengan pesatnya, baik itu Fikih, Hadits, Tafsir, dan lain-lainnya. Sebenarnya dua ulama itu kurang senang dengan panggilan tersebut, tetapi mengingat kekejamannya, mereka berdua mendatanginya juga. Mereka masuk ke majelis al Manshur, dan dipersilahkan duduk pada tempat yang telah disediakan. Ternyata saat itu sang khalifah tengah bersiap mengeksekusi (menghukum mati) seseorang, sang algojo dengan pedang yang terasah tajam siap menerima perintah. Al Manshur tampak terpekur beberapa saat, kemudian menoleh dan berkata kepada Ibnu Thawus, “Ceritakan kepadaku sesuatu tentang ayahmu!!” Tanpa rasa takut dan tedeng aling-aling, Ibnu Thawus berkata, “Aku mendeng...

Kisah Si Badui Yang Menghisab Allah Ta'ala

Seorang lelaki Badui telah memeluk Islam, tetapi karena keadaan eekonominya yang terbatas dan tempat tinggalnya yang sangat jauh dari Madinah, ia belum pernah menghadap dan bertemu langsung dengan Nabi SAW. Ia hanya berbai’at memeluk Islam dan belajar tentang peribadatan dari para pemuka kabilahnya yang pernah mendapat pengajaran Nabi SAW. Tetapi dengan segala keterbatasannya itu, ia mampu menjadi seorang mukmin yang sebenarnya, bahkan sangat mencintai Rasulullah SAW. Suatu ketika ia mengikuti rombongan kabilahnya melaksanakan ibadah umrah ke Makkah. Sambil thawaf sendirian, terpisah dari orang-orang lainnya, si badui ini selalu berdzikir berulang-ulang dengan asma Allah, "Ya Kariim, ya Kariim….." Ia memang bukan orang yang cerdas, sehingga tidak mampu menghafal dengan tepat doa atau dzikr yang idealnya dibaca ketika thawaf, sebagaimana diajarkan Nabi SAW. Karena itu ia hanya membaca berulang-ulang asma Allah yang satu itu. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengikuti berjalan...

Keberkahan Dari Penguasa yang Adil

> Suatu masa sebelum diutusnya Nabi SAW, salah seorang Kisra (Raja) Persia yang adil bijaksana sedang berburu di hutan belantara. Karena asyiknya mengejar buruan, sang Raja terpisah dari pasukannya, padahal saat itu hujan mulai turun. Ia melihat sebuah gubug sederhana dan minta ijin berteduh, yang segera saja diijinkan. Penghuni gubug itu, seorang wanita tua dan anak gadisnya tidak mengenal sang raja karena saat itu tidak memakai pakaian kebesarannya. Di salah satu sudut gubug itu ada seekor lembu, sang gadis memerah susunya dan memperoleh hasil yang melimpah (banyak sekali), untuk menjamu tamunya tersebut. Sang Raja minum dan ia langsung merasakan kesegarannya. Melihat keadaan itu, terbersit dalam hati sang Raja untuk menerapkan aturan pemungutan cukai (pajak) bagi pemilik lembu. Hal itu akan menjadi sumber pemasukan (PAD) yang sangat lumayan bagi kerajaan. Ketika malam menjelang, sang gadis akan memerah susu lembu seperti biasanya, tetapi ia tidak mendapatkan setetespun, maka ia b...

Kisah Seorang Yahudi yang Merindukan Rasulullah Saw

Hari Sabat, atau hari sabtu saat ini, adalah hari besar dimana para pengikuti ajaran Nabi Musa AS (pada masa Nabi SAW dikenal sebagai kaum Yahudi) dilarang melakukan aktivitas apapun kecuali untuk beribadah, berdzikir atau mempelajari kitab Taurat. Suatu ketika, seorang lelaki Yahudi yang tinggal di Syam mengisi hari sabatnya untuk mempelajari kitab Taurat. Ia menemukan dalam Taurat tersebut ayat-ayat yang menyebutkan tentang sifat dan keadaan Nabi Muhammad SAW, nabi yang diramalkan akan turun sebagai penutup para Nabi-nabi, sebanyak empat halaman. Ia segera memotong empat halaman Taurat tersebut dan membakarnya. Saat itu memang Nabi SAW telah diutus dan telah tinggal di Madinah. Sementara itu, beberapa orang pemuka dan pendeta Yahudi melakukan "indoktrinasi" kepada jamaahnya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorangpendusta. Jika ditemukan sifat dan cerita tentang dirinya dalam Taurat, mereka harus memotong dan membakarnya karena itu merupakan ayat-ayat tambahan dalam Taurat ya...

Kisah Nabi Ilyasa' alaihi salam

Bismillahirrahmanirrahim Nabi Ilyasa' adalah anak dari seorang yang bernama Akhtub bin 'Ajuz, beliau paris diangkat menjadi anak angkat Nabi Ilyas asm, dan diangkat oleh Allah menjadi seorang Rasul. Pada zaman Nabi Ilyasa kaumnya hidup dalam keadaan aman sentosa dan makmur, karena mereka selalu patuh kepada perintah dan ajaran Nabi Ilyasa as. Kemudian setelah Nabi meninggal dunia, maka kaumny yakni Bani Israil telah meninggalkan untuk mengamalkan hukum Taurat dan mereka memilih jalan yang salah, lambat laun semakin saja kekufuran dan kedurhakaannya kepada Allah Oleh karena itu Allah kemudian menurunkan siksa kepada mereka dan melenyapkan segala kenikmatan kesenangan hidup mereka lantaran mereka kembali kepada kekufuran. Hinaan dan kesengsaraan yang mereka dapatkan disebabkan perbuatan mereka sendiri. dizaman itulah lahir seorang Nabi dan Rasul yang lain, yaitu Nabi Yunus as.,. Nantikan kisah Islami selanjutnya Kisah Nabi Yunus alaihi salam.. Insya' Allah.